Kalau di googling judul diatas, banyak juga yang menulis mengenai etika merokok, tapi ternyata sedikit yang mengerti tentang etika merokok (atau aku namakan sendiri sebagai "smoketiquette").
Saya pribadi sebagai perokok hampir tidak pernah dan kalaupun ada, sangat jarang melarang orang lain untuk berhenti merokok tapi tidak juga untuk mempersilahkan mereka merokok. Karena menurut saya etika untuk meminta orang lain berhenti merokok adalah saat saya sudah berhenti dulu. Merokok boleh saja, asal sesuai etika...etikanya sederhana, merokok untuk kenikmatan SENDIRI, tanpa mengganggu ORANG LAIN.
Sebelum ngaco kemana2 dan lupa mau tulis apa...aku akan membuat daftar etika merokok dulu *nyalain rokok* :
1. Yang paling utama dan yang paling pantang dalam merokok menurut saya adalah merokok dekat anak kecil, ibu hamil...apalagi bayi, kalau memang anda berada di smoking area yang memang tertutup untuk para perokok dan melihat ada 'oknum' tersebut...usir saja! kejam? tidak...anda melakukan hal yang benar
2. Kalau merokok di tempat umum (kebetulan aku di kota yang tidak ada aturan mengenai merokok di tempat umum), kalau itu tempat makan atau tempat yang agak tertutup, pastikan masih ada aliran udara yang membuat asap rokok anda tidak mengganggu orang. Kalau di tempat makan yang ber-ac, pastikan anda duduk di area yang boleh merokok (biasa ada exhaust fan di langit2). Kalau tempatnya tidak ber-ac, duduk di dekat jendela atau minta pegawainya untuk menyalakan kipas.
3. Asap dan/atau abu rokok tidak mengarah ke orang yang lagi makan. Sekalipun itu adalah area merokok, cobalah menghembus asap rokok ke atas .Kalau anginnya ke arah orang tersebut, sesaat setelah menghisap rokok anda langsung turunkan tangan anda jadi asapnya terkumpul dan mengarah ke arah sana. Saya pribadi cukup terganggu kalau kena asap rokok saat lagi makan. Oleh sebab itu aku juga biasain diri untuk tidak mengganggu orang lain yang sedang makan dengan asap rokok.
4. Kalau duduk di tempat yang anginnya cukup kencang, siapkan asbak, taro tissue diatasnya dan tuang sedikit air ke atas tissue sampai tissuenya basah dan menyatu dengan asbak. Buang abu rokok di tissue tersebut. Ini berguna untuk abu rokok tidak terbang kesana kemari.
5. Merokok di alam terbuka atau tempat umum, mungkin kita terbiasa untuk membuang puntung rokok sembarangan. Mungkin ini sulit dihindari karena memang tidak tersedia fasilitas untuk membuangnya (kalaupun ada, jujur aja deh..pasti males kan?). Di toko2 gift shop suka dijual asbak portable, asbak yang bisa dibawa kemana2, murah kok hanya sekitar 20ribuan dan cukup handy juga untuk dikantongin.Kalaupun anda mau membuang begitu saja, pastikan dulu anda telah mematikannya, simple saja, tekan saja di sepatu/sandal anda baru dibuang, jadi jangan dibuang dulu baru dinjak.
6.Saat bergabung dengan teman yang memang tidak suka dengan asap rokok, namun mereka bersedia untuk duduk di area merokok, hormatilah mereka dengan meminimalisasi asap/abu rokok ke arah mereka. Duduk agak berjauhan dan lakukan poin 2+3
7. Dilarang merokok di transportasi umum, mo angkot kek, mo bis kota kek, mo pesawat kek...pokoknya yang masih bisa dipakai oleh umum itu tidak boleh. Asapnya susah keluar dan 99% kena orang lain, mending nahan diri untuk tidak merokok daripada orang lain yang menahan diri untuk ga menampar anda
8. ...... To be continued