Kisah seorang gorilla dan apa yang ada dalam pikirannya

Minggu, 05 September 2010

Menilai tanpa menghakimi

Salah satu alasan blog ini dibuat adalah ketika aku ingin menguraikan mengenai Menilai Tanpa Menghakimi. Setelah mendapat kata-kata ini dari seseorang, aku jadi sering mempelajari dan (sedang dalam usaha) menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Aku mulai dengan definisi dari kedua kata tersebut (diambil dari Kamus Besar Bahasa Indonesia)
Menilai= (1)memperkirakan atau menentukan nilainya; menghargai (2) memberi nilai; menganggap (3)memberi angka
Menghakimi = mengadili atau berlaku sbg hakim thd seseorang.

Setelah melihat definisi kedua kata tersebut, coba pikirkan, mana yang lebih sering kita lakukan? menilai atau menghakimi? atau keduanya? Apapun jawaban anda, simpan saja dalam pikiran anda masing-masing, karena saya tidak akan menilai ataupun menghakimi jawaban anda. Tapi karena ini blog saya sendiri jadi aku akan ulas sesuai dengan apa yang aku pikirkan.

Seringkali aku melihat atau mendengar seseorang menghakimi orang lain, ya...setelah menilai, mereka biasa suka menghakimi. Saat aku sedang memikirkan mengenai konteks menilai dan menghakimi, tiba-tiba aku mendengar percakapan antara 2 orang. A bertanya"apakah memakai pakaian ini akan terlihat seperti pe**k?soalnya si C bilang kalau aku pake gitu kayak pe**k", pakaian tersebut kalau tidak salah berlengan pendek dan bercelana pendek. Lalu si B  berkomentar, pakaian itu memang terbuka, tetapi tidak terlihat seperti pe**k kok...
VOILA!!! Menurutku, itulah contoh menilai dan menghakimi, ketika seseorang menilai orang lain tanpa memberi label tertentu. Kayak contoh diatas, si B menilai bahwa A pakaiannya memang terbuka, sedangkan si C menghakimi  dengan pe**k. Lantas, semudah itukah kita melakukannya untuk hal lain?
Bayangkan anda memiliki pasangan yang memiliki masa lalu yang "berbeda" (aku beri tanda kutip agar anda MENILAI sendiri arti kata tersebut, tolong jangan menghakimi arti kata berbeda itu). Setelah anda mengetahui masa lalu yang "berbeda" tersebut, apakah anda masih siap menjalankan hubungan tersebut ke masa yang akan datang? mungkin anda akan berpikir, "jangan2 ntar dia gitu lagi deh" atau "ah, masa lalunya begitu, masa depannya mungkin ga jauh beda", atau mungkin anda berpikir "ya, itu masa lalu dia toh yang aku jalanin adalah ke masa depan". Itu hanyalah contoh2 jawaban yang mungkin muncul dalam pikiran anda, akan lebih banyak contoh yang akan muncul sebenarnya...dan apapun jawaban anda, aku takkan menilai ataupun menghakimi jawaban anda.

Menurut aku, si gorilla...menilai tanpa menghakimi itu sulit. Bukanlah hal mudah kita menilai seseorang tanpa menghakimi terlebih jika kita tinggal di lingkungan yang memiliki stigma yang besar. Komentar sinis dan pemberian label kepada seseorang itu sudah menjadi bagian dari percakapan sehari-hari. Menilai seseorang itu perlu, menghakimi mungkin sulit dihindari tetapi saat kita dihakimi seseorang sadarlah (untuk yang tidak sadar) bahwa hal tersebut itu tidak menyenangkan, dan cobalah memaafkan mereka yang gemar atau punya hobi menghakimi ,  karena ternyata jika kita bisa menilai seseorang tanpa menghakimi itu berarti kita lebih pintar, kita lebih wise, kita lebih dewasa dalam memahami orang lain. Kenapa begitu?
Menghakimi seseorang itu mudah...sangat mudah. Ketika kita melihat seorang dengan pakaian "terbuka", sedang merokok di pinggir jalan, dapat dengan mudah kita bilang wanita itu pe**k atau j*b**y, atau sebutan apapun itu...tetapi apakah adil (liat arti kata menghakimi diatas)buat dia? bagaimana kalau dia ternyata habis dari suatu pesta dan dia bertengkar dengan pacarnya dan salah satu tempat dia menenangkan diri itu adalah di pinggir jalan sambil merokok? atau mungkin saja dia baru saja ternyata dia hanya menunggu seseorang untuk menjemputnya untuk pergi ke pesta dan dia disuruh untuk tunggu disana? Masih banyak kemungkinan yang lain kok selain menghakiminya dengan p**k atau j*b**y. Karena sebenarnya untuk menghakimi seseorang, anda tidak perlu memutar otak terlalu dalam, memberi label tidak perlu pemahaman ekstra. That's why saat aku mengatakan kita itu lebih pintar, wise dan dewasa saat kita bisa menilai tanpa menghakimi itu karena ktia lebih memutar otak dan  lebih bijak dalam memilih kata2 dalam mengungkapkan apa yang ada dalam pikiran kita. Hal ini mungkin untuk sebagian orang itu mudah...tetapi saat kita mencoba melakukannya dalam kehidupan sehari2...ternyata tidak mudah.....
Saat anda membaca tulisan ini, sudah berapa kali anda menghakimi orang lain hari ini?

1 komentar: